02 February, 2013

#FebruaryWishes...

Hallo Februaryyyyy....

Ah sumpah deh gak kerasa udah satu dari dua belas bulan terlewati di tahun 2013 ini. Syuuuuuper exited waktu tahun baru, dan bener aja, tahun ini depannya aja udah bikin shocked theraphy gitu. Hahahaha. Anyway, ini kan udah Februari yah, jadi boleh dong kalo semangatnya juga semangat baru. Ciayoo!!

Sedikit flashback, bulan Januari kemaren postingan lebih banyak soal mewek-mewek, sedih-sedih. Sekarang udah engga dooong. Udah daper pencerahan dariii... ya itulah pokoknya. Hahahahaha. Right man in the right time yaaaah :p hehehe.

Oke kembali ke judul. Jadi kan ini bulan baru nih. Yah walaupun udah tanggal 2, I think gak telat-telat banget kan untuk update soal #FebruaryWishes..

First, pastinya pengen sehat terus, sehat kan mahal tuh, jadi semoga aja gak dikasih sakit-sakit berarti di 28 hari ini.

Selanjutnya, semoga dimudahkan segala urusan. Allahumma yassir walaa tua'ssir. Semoga ngurus KRS gak ribet, dosen PA gak cerewet, ya gitu-gitu lah. Kemaren kan udah cukup bete tuh sama nilai IP yang mendadak terjun bebas. Tapi ya gapapa deh, di syukuri aja, berarti kedepannya harus belajar lebih giat lagi *iket kepala*

Ketigaaaa, semoga semester empat bisa lebih baik lagi, lebih rajin ngerjain tugas, duduk didepan pas kuliah, dengerin dosen... semuanya laaaaaahhh

Yang terakhir, semoga........................................... amin ya rabbal alamiiin o:)


Sweet regaaarrrd, February :*

30 January, 2013

Jika Ada Kata Yang Lebih Dari Rindu...

Dear kamu yang disana...

Tulisan ini diketik tengah malam buta, saat aku dengan mata berbinar memperhatikan bayanganmu dalam rekam video 26 detik itu. Kulihat jam, tepat pukul 02.00 WITA. Beberapa malam ini memang tidurku tidak pernah nyenyak. Sama seperti tak enaknya lidahku saat mengecap makanan dan dadaku yang menolak setiap teguk air yang aku minum. Aku seperti mati suri.

Dalam rekam video itu, hanya ada bayanganmu. Sepersekian detik didepan video terdengar kau berkata, 'sudah?'. Sedetik kemudian aku mengiyakan. Ku mainkan video itu sekali, air mataku jatuh berulang.

Kau tau sayang? Setiap malam terasa lebih panjang saat aku merindukanmu. Aku berusaha menjalani segala hal sendiri tanpa kamu. Rasanya seperti berjalan dengan pincang kaki. Berjam-jam setiap malam aku memperhatikan ponselku yang tidak pernah lagi berdering. Aku membuka kuncinya, meyakinkan tak ada apa-apa, lalu menguncinya kembali. Syaraf otakku seperti putus.

Dalam kesunyian malam aku tertidur. Kau tau sayang? Kau mengisi tiga per empat halaman mimpiku setiap malam. Mengapa datang jika hanya semu? Dan setiap hal itu terjadi, aku selalu terjaga. Aku takut tidur lagi, kemudian bertemu kamu. Bersama dia.

Kau tau sayang? Aku berusaha melakukan segala hal yang sama sekali bukan kebiasaanku. Ribuan malam bersama kamu, semalam kemudian kamu hilang, aku ternganga. Aku menjadikan hal yang selama ini tak aku suka menjadi hal favoritku. Itu semua demi melupakan semua yang biasanya kulakukan waktu bersamamu.

"Ternyata jika seseorang hanya memikirkan seseorang yang sama selama bertahun-tahun, dan dari waktu ke waktu mengisi hatinya sendiri dengan cinta yang hanya untuk orang itu saja, maka saat orang itu pergi, kehilangan menjadi sesuatu yang tak tertanggungkan, menggeletar sepanjang waktu."
(Ranting, Jangan Mudah Patah)

Kutipan diatas sepertinya sangat bisa diterima. Kau tau sayang? Aku sudah merasakannya.

Organ-organ dalam tubuhku seperti berhenti bekerja. Darahku tak lagi berdesir. Nafasku tesengal. Jantungku berdetak jauh lebih sering daripada irama yang seharusnya. Semua seperti bersekongkol ingin membuat aku lebur berantakan.

Aku bukan hendak mengeluh sayang.. Aku bukannya tak ikhlas..
Aku tau ini suratan takdir Allah. Semua yang ingin dijadikan-Nya, terjadilah. Aku tak apa jika kau sudah harus berhenti menjagaku. Mungkin kau sudah lelah. Mungkin seseorang disana ada yang jauh lebih lemah dari aku yang lebih pantas kau jaga. Mungkin aku sudah menjelma hebat, kuat, mandiri. Sekali lagi, aku tidak mengeluh sayang. Hanya saja, rasanya butuh waktu lebih lama untuk bercanda dengamu disini.

Kamu.
Yang selalu mengisi hariku penuh warna.
Mulai dari abu-abu sampai jingga.
Kamu.
Yang selalu membuatku tertawa.
Entah itu lucu atau tidak.
Kamu.
Yang terkadang membuat air mataku tak pernah berhenti mengalir.
Entah sedih atau bahagia.
Jika ada kata-kata yang lebih daripada rindu.
Maka aku lebih dari itu.

29 January, 2013

Fade to Grey

Dear kamu di sana...

Aku kangen.
Sama kamu.
Sama semuanya. Kangen banget.
Kamu bisa nggak disini lagi bareng sama aku?

Kamu kenapa pergi?
Aku sendirian.
Aku kesepian.
Aku punya banyak cerita, tapi aku mau cerita ke siapa lagi kalau bukan cerita ke kamu?

Kamu kenapa pergi?
Disaat aku lagi sayang-sayangnya.
Disaat aku lagi butuh-butuhnya.
Kamu kenapa?
Sini coba duduk deket aku, terus cerita kamu kenapa.
Aku pasti dengerin.

Kamu nggak kangen sama aku?
Padahal aku disini kangen terus.
Ayo dong kita jalan-jalan.
Kita makan jagung bakar, duduk di pinggir pantai.
Kita foto-foto, kita nonton, kita ketawa-ketawa.
Kita beli salad buah, kita beli eskrim.
Terus makannya sambil naik vespa.
Nanti aku suapin dari belakang.


Aku kangen.
Aku kangen kita main sepeda berdua.
Aku kangen kita nonton pensi.
Aku kangen waktu kita hujan-hujanan berdua.
Aku kangen ban kamu bocor pas kita mau nonton.
Aku kangen beliin kamu tisu basah buat lap tanganmu yang item-item kena oli.
Aku kangen liat kamu nungguin aku didepan gang waktu kita mau jalan.
Aku kangen bawain bubur ayam pas kamu sakit.
Aku kangen ujan-ujan anterin kamu ke dokter waktu kamu sakit.
Aku kangen duduk diruang tamu rumahmu nungguin kamu mandi.
Aku kangen baca bbm mu, 'aku main futsal dulu.'
Aku kangen bersihin kandang hamster sama landak.
Aku kangen car free day pake baju arsenal.
Aku kangen mainan laba-laba & jankrik.
Aku kangen kita masuk Gramedia terus baca majalah vespa antik.
Aku kangen lewat jembatan penyebrangan berdua.
Aku kangen disuruh pulang ke Balikpapan waktu kamu kangen.
Aku kangen dianter jemput ke terminal.
Aku kangen semuanya yang gak mungkin aku sebutin satu per satu disini.
Aku kangen.

Kamu kenapa sih jahat sekarang?
Kamu kenapa pergi gitu aja?
Kamu udah gak sayang lagi ya sama aku?
Padahal aku sayang terus sama kamu.
Aku mau ketemu.

Kamu sibuk ya sekarang?
Kamu kapan punya waktu buat aku?
Nanti kamu balik kan?
Aku sudah tungguin disini lama.

Tapi kamu baliknya sendiri ya.
Jangan berdua sama dia.
Nanti aku sedih.
Terus aku nangis.

Tapi kamu gamau ya balik lagi buat datengin aku?
Padahal kamu belum tanya kan aku sudah siap ditinggal atau belum?
Tapi kamu sudah pergi gitu aja.
Dan aku tau,

Kamu gak bakal kembali lagi :')